Rabu, 22 Juli 2009

Hujan Bulan Juli

Aku telah duduk disini selama lima belas tahun, yang mereka tahu, menjadi waktu tersembunyinya jasadnya diantara reruntuhan gudang. Aku yang menemani jasad itu membusuk oleh oksigen, daging-daging mulusnya tercabik oleh jasad renik, aroma tubuh wanginya yang disemprot dengan parfum seharga tujuh digit berubah busuk. Aku, yang duduk tepat di sebelah kanannya, yang bisa memperhatikan saat darah mengalir dari lehernya yang tergorok, yang setia menemaninya dalam bisu lima belas tahun ini.

Tetapi mengapa, orang-orang berseragam itu merenggutku seolah-olah aku adalah sampah yang menghalangi mereka. Tempatku dekat jasad itu, tapi sekarang aku berakhir di karung barang bekas yang teronggok di luar pintu. Tidakkah mereka tahu kalau aku menyaksikan bagaimana tubuh yang cantik itu awalnya menjadi jasad, lalu menulang hingga seperti sekarang. Bagaimana caranya aku memberitahu mereka bahwa jasad itu ada karena seseorang mengakibatkannya, bukan karena ia membunuh dirinya sendiri seperti orang-orang berseragam itu kira.

Jasad itu, yang dulunya adalah seorang gadis, dikira telah melarikan diri karena hamil. Pacarnya tidak bertanggung jawab untuknya, jadi dia memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan minum cairan serangga dan membusuk di gudang tua ini.

Tapi apa yang benar? Hooh, polisi itu mempercayai mereka. Seandainya saja aku bisa memberitahu mereka kejadian yang sebenarnya. Bagaimana aku melihat gadis itu sebenarnya tidak minum obat serangga, tidak juga hamil. Tidak ada tulang janin di sekitar perutnya kini, aku yakin itu. Tetapi dia dipaksa disini, dipaksa untuk.... ah aku tidak tahan mengatakannya, aku tidak tahan. Terlalu menyakitkan.

Hujan gerimis mulai turun di bulan Juli yang kering ini. Hujan pertama yang bisa aku lihat setelah lima belas tahun terperangkap dalam tubuh kecil ini. Lima belas tahun memendam sebuah kisah mengerikan yang menimpa jasad malang itu. Apa hidupku akan berakhir di karung ini dan terakhir ke tempat pembuangan sampah terdekat?

Polisi masih berkeliaran disekitar lokasi, tidak melirikku sedikitpun. Bahkan ketika tetes-tetes air hujan membasahi tubuhku. Apa yang harus aku lakukan, diam disini atau beraksi? Tetapi kalaupun beraksi, aku bisa apa. Tubuh ini mati sudah dan memang tidak bisa bergerak. Walau jiwaku masih hidup seutuhnya, sangat hidup untukku merasa bingung.

Seakan langit menjawab, setetes air hujan mengalir masuk ke telingaku yang berbulu dan berkata, "Waktumu sudah tiba. Waktumu sudah tiba..."

"Waktuku? Waktuku untuk apa?"

"Waktumu untuk pergi,"

"Bukannya sudah, sudah lima belas tahun lalu waktuku pergi?"

Hening. Tetes air itu tidak berbicara. Aku menunggu beberapa saat, terperangkap dalam tubuh mati, memang, hanya menunggu yang bisa aku lakukan.

Angin berdesir di seluruh tubuhku yang berbulu cokelat, menyentuh hidung hitamku yang berbahan dari kancing baju.

"Lima belas tahun lalu memang waktumu pergi dari tubuh itu, tapi waktumu pergi dari dunia baru akan datang sebentar lagi, Hani!"

Aku tercenung. Begitukah memang? Aku tidak pernah menyangka bahwa semua ini akan berakhir. Memandang tubuh yang indah itu setiap detik selama lima belas tahun, melihatnya menyusut sampai hingga tulang dan menderita karena tidak dikebumikan secara layak, apakah itu hukumanku untuk dosa yang telah aku perbuat karena menentang mereka?

"Kurasa," jawab angin itu. "Kurasa itu tidak benar. Kamu hanya menunggu jasad itu ditemukan. Pernah kan mendengar bahwa roh tidak akan sampai surga sampai jasadnya dikebumikan?! Kami melindungimu disini, menahanmu disini agar kamu tidak menghabiskan waktu lima belas tahun ini di neraka!"

Dan begitulah. Sebuah tangan mengambilku dari tubuh boneka teddy bear ini setelah lima belas tahun terperangkap di dalamnya oleh alam. Hujan bulan Juli mengiringi kepergianku ke surga, tempat katanya tidak ada seorang orang tuapun yang akan membunuh anak gadisnya sendiri karena tidak mau menikah dengan duda anak lima, demi harta.

Aku tenang sekarang, bisa tenang. walau besok headline koran akan menyebut berita bohong bahwa....

"Sebuah kerangka ditemukan di sebuah gudang tua. Kerangka itu diidentifikasi sebagai Hani Siska, yang bunuh diri karena hamil. Seperti yang telah dikonfirmasi orang tuanya, Hani meninggalkan rumah karena........."


The end


Cerpen kesekian di hari-hariku yang sepi dari kreatifitas.
Dear Sis Suzhu yang minta Hujan Bulan Juni, hii

69 komentar:

  1. nchi dududz.... :l: (pura-pura) baca dulu ahh...

    BalasHapus
  2. btw meninggal napa ya??? gantung gitu ahh... :e:

    BalasHapus
  3. di bunuh pake apa siiyy??? apa karena di gantung? ato di santet sih??? :d:

    BalasHapus
  4. :j: trus napa tuh boneka koq bisa ngomong???? ehh bisa cerita kayak gini???

    BalasHapus
  5. digigitin kucing, zujoe jelekkk :d:

    BalasHapus
  6. lha... suzhu kan mintanya hujan bulan juni, napa judul ente hujan di bulan kemarau??? :n:

    BalasHapus
  7. aaaahhhhhh :a: napa komenganku di sela gitu siihhh mau tak jadiin kek boneka di atas *sadiss mode:on*

    BalasHapus
  8. :i: jiahhh... koq bisa digigitin kucing matikek gitu???

    BalasHapus
  9. hehehe..jadi yaks hujan dibulan juli :b:

    BalasHapus
  10. whoa...ceritanya bagus banget! terinspirasi dr berita2 yaks banyak orang tua yg maksa anaknya kawin ma duda tokcer? :a:

    BalasHapus
  11. whoa...ceritanya bagus banget! terinspirasi dr berita2 yaks banyak orang tua yg maksa anaknya kawin ma duda tokcer? :a:

    BalasHapus
  12. ow..postingan kuw ter kirim 2 kali. :c:
    nchi..kasian amat sih, ortu koq pada mikirin perasaan duda2 tokcer..padahal dudanya gag penting amat..coba klo mukanya kayak Edward Collins pasti anaknya mau dh..tanpa dipaksa :g:

    BalasHapus
  13. btw, aq lupa namanya ntu cewek sapa? bukan teddy bear kan?

    BalasHapus
  14. polisinya dududz moso' ada boneka bear yg lucu gag dikasiin ke aq kn aq mau :k:

    BalasHapus
  15. Nama ceweknya, Hani. mbak Suzhu *dibaca ga ya ceritanya?*
    Ceritanya keren, Chi...BTW, bisa request cerpen yang judulnya 'kelaparan' gak? :j:

    BalasHapus
  16. @ zujoe, soalnya kuicngnya laparrr
    @ sis suzhu, hooh, jadi cici ada saingannya. ga nyambung? sambungin aja
    @ sari, jah requestnya ya ke bulog dunk, kan banyak beras disana :l:

    BalasHapus
  17. duuh...
    itu laki-bini bener2 deh nyepamnya gak ketulungan :d: :d:

    BalasHapus
  18. nchi
    cerpen asik...seperti biasa,suka baca tulisan nchi yg aneh bin ajaib :g: but I like it..

    BalasHapus
  19. untung boneka beruang nchi, klo kucing bisa2 gk ktemu bonekanya, krn diembat ama si kutu :a:

    eh bisa request yak??

    BalasHapus
  20. nchi...request cerita ttg istri yg ditinggal suami ke medan perang dong :n: trus akhirnya mati keselek duren...bisa gak siih???

    BalasHapus
  21. teteh thio itu kurang tragis ceritanya!!!

    BalasHapus
  22. kucing merusak nuansa romantis dlm cerita ah :a:

    BalasHapus
  23. woooowwww kerennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn chi cerpennya...

    BalasHapus
  24. Di terbitkan di media massa chi...go...go.....siiip deh...

    BalasHapus
  25. aiihh,, ceritanya keren juga neh....

    bener tuh kata teh linda,, meninggal keselek duren (duda keren),, hehehe.. :g:

    BalasHapus
  26. Yang jadi saksi bisu itu siapa? Bonekanya yaa?

    BalasHapus
  27. cukup satu kata : "kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen.... :j: "

    BalasHapus
  28. chi..kali ini dikau nggak duduz..ceritanya oke

    BalasHapus
  29. aq pernah baca bukunya
    tapi aku lupa karya siapa
    cz buku lama
    hehehehehehe

    BalasHapus
  30. hadeuh mochi mochi....

    aku belom genap 15 tahun,, boleh ga baca cerpennya??

    :g:

    BalasHapus
  31. hoaaaaaaaaaaaaaaam...


    numpang nguap... :h:

    BalasHapus
  32. :b: eeeee....eeeeee keren!!!!

    bukan pengalaman pribadikan???? kok jadi horor nih?!?!?! gyaaaaa.....apa tuh disudut kanan atas blognya chi........?????

    BalasHapus
  33. @ teh linda, klo mau request, harus bayar ya.... paypalku ontime kok :g:

    @ teh tika, romantis apanya yaK? :l:

    @ bang buwel, tar dibakar sama massa, mau tanggung jawab? hiii

    @yolis, keselek biji duren atau kulit duren?

    @ mas sugeng, ngg... keinginanku sih gitu, penggambarannya ga ketangkep gitu ya?

    @ rangga, e nya satu aja cukup :a:

    @ mbak nietha, yah tetep aja aku dibilang dudud sama yg lain hikss

    @yanuar, ngg... maaf aku ga nyadur dari buku manapun, ini bikinanku sendiri tadi siang :)jika ada kesamaan tema, maklum tema jaman sekarang banyak yg ga original, tetapi aku jamin lokasi, karakter ataupun alur, semuanya beda. ini pure fantasyku sendiri.

    @neng aia, jika kamu sudah pernah pacaran (lha apa hubungannya?) kamu sudah boleh membunuh (ga nyambung)

    @ bli jhoni, iya maunya pengalaman pribadi,cuman belum kesampaian ngebunuhnya. hiii...

    BalasHapus
  34. wah,kasihan amat si Hani Siska. nchi..kenapa tragis banget nasib si Hani? hiks....

    BalasHapus
  35. WAh...

    gaya MenulIs ny KeYen NeNg...

    Jadi Jatuh hari Nh baca Post nya

    BalasHapus
  36. untung aku belum jadi jazad ...so..manggut manggut dulu walo hanya baca sekilas...bedewei sedepp cerpennya kek bau jeruk purut

    BalasHapus
  37. yah ...
    gue tlat dateng ...
    hehehe ...

    kren cerpennya sob ...
    keep posting yah ...
    kalo prlu bnyakin cerpennya biar aq nggak susah2 nyari cerpen kalo dkasih tugas ...
    hehehe ...

    BalasHapus
  38. ya amprun, TRADE MARK nya dah kembali lagiiiii :j:

    BalasHapus
  39. BTW, jangan-jangan kamu jelmaan dari Teddy Bear juga, soalnya pinter banget mengungkapkan kejadian demi kejadian tentang Hani, atau kamu hani nya hehehhehehe ...

    BalasHapus
  40. ampuni saya Nchi, ampuuunn, jangan jilat saya wkwkwkwkw ...

    BalasHapus
  41. udah ah, cape aku, ikutan NGILEEEEEEEEEEERRRR !!!
    di sini :h:

    BalasHapus
  42. duuuh kasihan,tapi cantik juga tuh boneka

    BalasHapus
  43. bonekanya bisa bicara yaa....?

    BalasHapus
  44. bonekanya ajib chi.
    :D

    eh ya sekalian,
    ada yang baru di blogku.
    koment yak.

    salam perjuangan!!!
    KEEP ENTER!!!!!

    BalasHapus
  45. spam aja deh.

    postingannya mantab!
    :D

    mhuahahahha :D

    BalasHapus
  46. udah ah.
    capek nyepam.
    heheh :D

    BalasHapus
  47. tanggung biar kelimaks!!
    huahaha

    ____________:ngacir:

    BalasHapus
  48. Awalnya aku bingung siapa pemeran dengan sebutan 'aku' dalam cerita ini,,seolah-olah 'aku' merupakan bayangan tapi aku cuba menelusuri ternyata 'aku' adalah boneka,,benar bukan??
    Cerpen yang dalem banget penuh dengan kata-kata yang seperti puisi..bahkan aku berfikir kalo ceerpen diatas merupakan puisi yang bercerita..tampaknya ada makna yang terkandung dalam cerpen ini tapi aku masih cuba mencarinya

    BalasHapus
  49. Hikzzz.... sad ending nihh... Sungguh mengerikan jalan yang di terima gadis ituh...

    Saya lagy sad jugahh... terpaksa nolak 4 job karena.... (jadi gak nyambung dahh..:D:P)

    BalasHapus
  50. dateng pengen SKJ di sini ahh... :m:

    BalasHapus
  51. Cerpen yang indah...penuh makna..

    BalasHapus
  52. :h: Kok aku bingung ya

    tapi salam kenal dulu ah

    BalasHapus
  53. nchi...aq minta pertanggung jawab-an muw!!! jadi suka banget ma monkey majik :a: ada lagu keren lain gag? ripiu dunk :j:

    BalasHapus
  54. belum baca.... baca dulu ach.... :b:

    BalasHapus
  55. BUSYET DAH, aq terlalu serius bacanya bener dech..... :j:

    BalasHapus
  56. nchi bacanya serem niy..... roh2 gituh..... :l:

    itu rohnya terperangkap di boneka teddy bear yach.... hmmm :j:

    BalasHapus
  57. nchi..bikin novel horor aja deh. :f:

    BalasHapus
  58. nchiiiii.......... udah ach kerjaan menumpuk, besok mau cuti..... :k:

    tp ceritanya asyik juga, mau baca lagi ach..... :m:

    BalasHapus
  59. tangan ngacung mode on*

    itu postingan terbaru emangnya boleh ngasih judul asal goblek gtu??!??! terus juga emang boleh di kasih label 'itu'.. katanya gag bole...?!?!? binun... :(

    BalasHapus
  60. Maaf chi.....telatttttttttttttttttttt

    BalasHapus
  61. maaf yakkkkkkkkkkkkkkk

    BalasHapus
  62. kereen euy bisa bikin cerpen....

    waduuh itu yaaa bang meong ma sang istri.....nyepaaaam hehehe

    BalasHapus
  63. maap juga sebelumnya ya
    maksut q nggak nyadur gitu kok
    cuma aku juga pernah baca buku yang judulnya
    "hujan bulan juli" kalau nggak salah sich
    kalu isinya sich ini punya kamu banget dech pokoknya, pure hak cipta kamu
    hehehehe

    BalasHapus
  64. mmmm, ikutan kebelet di sini ahahhh :k: ...

    BalasHapus

About