Sisi Manis dan Cantiknya Bisnis MLM

MLM? Wah, kalau dulu, dengar namanya saja sudah angkat tangan, menggeleng dan langsung pasang muka jutek. "Sorry, deh, enggak minat tuh sama MLM, bisnis yang hanya nguntungin Upline doang."

Jawaban yang sama terus saya berikan pada salah seorang teman dekat (walaupun ketemu jarang) yang seringkali mencoba menggaet saya ke 'dunia kelam' itu setahun belakangan, dari dia mulai bergabung, hingga akhirnya dia sudah sampai level senior manager dengan bonus 7 jutaan sebulan.

Saya yakin, teman-teman yang baca postingan ini juga begitu, karena seperti inilah tanggapan orang awam yang belum paham dan mau membuka hati dengan bisnis macam ini. Skema MLM sudah tertebak sejak awal. Kita gabung, belanja sesuai ketentuan, cari jaringan dan tutup poin. Sisanya lihat apakah jaringan bisa memberi kita banyak grup poin, sementara itu, upline kita melihat dari atas dengan gayanya yang sok, "Hayo, support teammu, biar mereka bisa tutup poin seluruhnya!"

Benar-benar hal yang menyebalkan bukan?!

Hahaha... namun akhirnya saya menjilat ludah sendiri. Kenapa? Karena sebulan belakangan, pada akhirnya, setelah lama mempertimbangkan rasa malu karena sempat memojokkan teman saya, atau setelah berusaha berubah menjadi orang yang sedikit cuek untuk urusan jaga imaje, saya memutuskan BERGABUNG DENGAN BISNIS MLM.

Iyak, sudah pasti tahu kan bisnis MLM yang bergerak di bidang kosmetik terbesar di Indonesia, yang asalnya dari Swedia itu? Iyak, Oriflame.

Nah, kenapa saya pada akhirnya bergabung? Apakah karena lihat keberhasilan si teman yang sudah 7 jutaan itu?

Tenang, saya memang butuh duit, tetapi tidak seketika mata duitan. Saya tahu rejeki orang beda-beda, dan dia dapat 7 juta, belum tentu saya juga bisa, malah mungkin lebih kali (Ngarep.com).

Tetapi alasan saya bergabung adalah karena saya ingin belajar berbisnis. Pertama, saya mencoba bisnis sepatu secara online. Bukan bisnis besar-besaran, melainkan hanya reseller. Stoknya ngambil di teman kantor, saya jualan via BBM. Dan yah, ternyata walau tidak banyak, ada juga yang beli.

Jangan dululah tanya untung. Yang saya cari dalam hal ini adalah pelajaran berbisnis, belajar berjualan, karena ceritanya saya jengkel sebab selalu dibanding-bandingkan gegara tidak bisa jualan.
Setelah jual sepatu ini, saya mulai berpikir bahwa penjualan dengan sistem putus begini tidak begitu mendatangkan hasil. Sekali jualan, untungnya terbatas pada itu saja. Sementara tidak setiap hari orang beli sepatu, pelanggan juga sudah punya pilihan untuk beli sepatu di toko manapun.

Akhirnya, saya mulai berpikir untuk bisnis dengan double benefit. Istilahnya bisnis yang memiliki dua mata sisi, dua-duanya menguntungkan. MLM, tentunya itu salah satu yang terpikir. Kita tidak hanya mendapat keuntungan langsung, namun dari point yang dikumpulkan, juga memungkinkan kita untuk dapat keuntungan lain. Bisa dapat cash bonus, mobil, motor dan juga JJS keluar negeri gratis

Lama sebenarnya saya berpikir untuk terjun ke MLM. Mengingat dahulu kala saya sudah pernah gagal dari Oriflame, dan dalam benak saya sudah terlanjur distempel bahwa Oriflame itu susah.

Akhirnya, setelah beberapa kali chat chit sama teman yang 7juta itu, saya akhirnya mencoba. Pada awalnya saya bilang bahwa saya hanya mau nyoba (padahal dalam hati gengsi nih bilang tertarik hahhahha). Dan pada awal Maret, dapatlah saya kartu diskon yang kedua.

Singkat kata, saya mulai menyusun strategi perang. Bukan strategi yang hebat, karena pada dasarnya saya tidak berbakat menawarkan dagangan pada orang. Saya ingat order pertama yang sayang dapat, produk eye liner seharga dua puluh ribuan, dari teman baik di kantor yang sedari gabung saya kabari bahwa saya member Oriflame, jadi kalau butuh beli di saya, harga member.

Singkat kata, saya bisa rekrut satu orang downline lagi. Saudara jauh, mahasiswa di kantor. Pada awalnya saya understimate dia dan juga diri sendiri. Saat itu saya langsung dikeplak si upline tujuh juta, dibantuin getting started dan ternyata, downline baru saya semangat untuk ikutan.

Oleh di upline tujuh juta saya dimasukin ke grup chat, entah berapa grup yang kemudian saya cut karena bikin baterai habis. Upline saya masih juga bilang saya belum buka hati, masih bilang understimate diri sendiri dan dalam hati saya jengkel. Ampun deh, saya sudah berani malu-maluin diri sendiri buka-buka dagangan online di BBM, eh, masih juga dibilang belum open mind. Jujur, saya sempat menyesal karena ikut, merasa terbebani dan sebagainya.

Akhirnya sekian waktu berlalu, dengan bantuan si upline tujuh juta saya bisa berhasil tutup poin dan lulus program Oriflame untuk consultan baru yang disebut WP 1. Dapat lipstik ceritanya, walau dibantu. Tetapi di sinilah benarnya kata si upline tujuh juta, bahwa tugas upline adalah membantu downlinenya, termasuk ngasih kaki-kaki (upssss!)

Menjelang akhir bulan, saya sudah bisa mulai mendapatkan hasil. Nongkrong di consultan level 2 yaitu 6%, Lisptik dari hasil WP1 seharga 200ribuan, dompet dan arloji hasil dari 2 downline juga dapat WP1 dan.... yang paling membuat mata kinclong, bonus enam digit yang siap menanti bulan depan. Wow.... benar-benar, kunci kesuksesan kita selain kata konsisten adalah masuk ke grup yang tepat, grup yang bisa membantu di segala medan can cuaca.

Untuk bulan April ke depan, saya mau siap-siap bisa lewat WP2 tanpa dibantu sama upline tujuh juta. Walau akan kedip-kedip mata juga sama dia kalau ada downline yang pointnya kurang. Namun kata dia, itulah gunanya TEAM WORK. Oke, team work.

Postingan ini bukan paid review yak, tetapi experience review. Eh, atau personal review?

Nah, bagi kamu yang mau tahu skema bonus di Oriflame, yang katanya hanya menguntungkan upline, silahkan baca di Adilnya perhitungan bonus Oriflame di ulr http://www.entrepreneurrumahan.com/adilnya-perhitungan-bonus-oriflame/. terutama di bagian terakhir, bahwa Upline belum tentu selalu bisa ongkang-ongkang kaki dan menikmati hasil dari downline. Nah, yang minat gabung or tanya-tanya, bisa contact saya di email alhzeta@gmail.com


Jadi sebenarnya, ini posting advertiser, hanya saja pemasang iklannya adalah saya sendiri. Hahaha....
 
BINTANG UTARA Blog Design by Ipietoon