Senin, 02 Maret 2009

Siapa Yang Tahu Kapan Bajaj Akan Berbelok?

Menjadi bijak itu impian semua orang. Namun ada kalanya, kita memang berlebihan menanggapi sesuatu, yah tuntutan emosi, sehingga sikap kita kadang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.

Pernah dimintain saran dari seseorang untuk sebuah masalah yang bahkan tidak pernah kita pikirkan akan menimpa kita?
hmm... aku pernah. malah sering.
Sewaktu SMA dulu, ada tetangga kost yang 'mengungsi' ke kamarku gara-gara dia bertengkar dengan suaminya. dia dalam keadaan hamil menangis sesenggukan di ranjang, bercerita tentang suaminya yang ringan tangan. Apa yang aku perbuat? Yah, aku hanya bisa diam, tidak tahu harus berkata apa, berbicara apa dan bersikap apa. secara aku belum pernah mengalami kejadian itu.

Itu jaman SMA, jaman sekarang ada seorang teman yang lebih kecil dariku. Dia merantau baru-baru ini. Dulu waktu dia baru-baru disana, aku memberinya segudang pesan. diantaranya, jangan seenaknya masuk kamar orang, jangan bicara pada orang asing, jangan terlalu banyak bicara tentang diri sendiri pada ornag yang baru dikenal, bersikaplah baik pada bapak kostmu, dan bla bla bla.... yang bahkan aku lupa apa itu.
Kemarin sore, dia menelpon. dia berkata bahwa dia senang karena aku memberinya pesan agar sering-sering menemani sang tuan rumah ngobrol, yang dalam kasus ini adalah sepasang nenek kakek yang tinggal hanya berdua. Temanku bilang terimakasih atas saranku, dan bagaimana tanggapanku saat itu?
Aku hanya nyengir. Entahlah, aku hanya berpikir saat itu bahwa, yang ebnar itu bukanlah saranku, melainkan cara si teman melakukannya. Dia yang memang seornag yang welcoming terhadap orang luar, secara otomatis pasti memang akan mengobrol dengan si tuan rumah, sehingga tanpa saranku pun ia akan melakukannya.


Kejadian terakhir, namun sudah agak lama. seorang teman kembali bercerita tentang keraguannya. suaminya akan mencoba untuk melamar sebuah posisi di luar kota, yang nota bene akan membuat mereka punya dua dapur dan pengeluaran ekstra. Nah, mau tahu apa kataku saat itu?
aku jawab, begini:
sekarnag dirimu orientasinya harus jelas dulu, klo emang mau dukung, bagaimanapun konsekuensinya harus terima. Jika suamimu memang lebih tertarik ke sales,yah, dirimu dukung. soal dua dapur itu, ada bagian yang harus disiasati jaidnya. terutama soal makan sih

Buset, darimana aku dapet kata-kata itu ya? wuakakak.

Untuk ketiga orang di atas, memang kadang aku bisa bicara seperti itu, namun sadarilah, bahwa temanmu yang sedang ribut masalah jerawat ini sebenarnya hanyalah seornag bermulut besar (ups). hanya bisa ngomong dengan sedikit sedikit usaha untuk memposisikan diri di tempatmu. jadi, jangan heran jika suatu saat nanti kalau aku mengalami masalah seperti kalian, aku akan kembali bertanya.

Aku, dan juga kita semua, bisa memberi saran dengan didasari logika, namun yang menentukan adalah diri kalian sendiri, diri kita sendiri. Saat kita punya masalah, hanya kita sendiri yang tahu menyelesaikannya. Lihatlah Bajaj, hanya Sopir dan Tuhan yang tahu kapan ia akan berbelok, jadi, hanya dirimu dan Tuhan yang tahu bagaimana harusnya menghadapi sebuah masalah yang tiba-tiba.

Kok aku jadi lebay gini ya, gara-gara ga ada bahan ut post ini. hiksss

8 komentar:

  1. iya bener banget.... aq jg gtu.saat ada teman yg butuh saran aq akan menjadi orang yg terlihat bijaksana dalam memberi saran tsb.

    nah tp pada saat aq sendri yg punya masalah, aq akan bngung gak karuan serasa logika langsung mampet gtu ajah.

    BalasHapus
  2. dewasa banget nih cara kamu menasihati dan memberi saran pada temanmu.

    btw, aku tahu kapan bajaj mo lewat....caranya : perhatiin terus tangannya yg pegang kemudi. he he he...cape deh....

    BalasHapus
  3. Kata Emak gw..sebenarnya kita hidup selalu sendiri....hidup, menikah, bahkan sampai ke liang kubur pun kita selalu sendiri....orang lain hanya pelengkap.....
    Wekss kaga nyangka ketikan gw lempengggg....kaburrrr..ngambilin jemuran dulu

    BalasHapus
  4. yang tau pastinya bajuri... mehehehe.
    bcanda.
    leave a comment for me yah :))

    BalasHapus
  5. hoaladalah tak pikir ini quiz ato semacamnya gitu:D
    settt dah beneran chi tu yg ngasi saran, bukan saran yg sesat kan yah hehehe:p ehm bisa buka biro konsultasi hidup neh kayanya hehehe lahan baru;)

    BalasHapus
  6. hmm gud idea nih, tapi emang bener kok hanya kita dan Tuhan yang tau gimana menghadapi semua itu hehehe. kasih hug duyu ahhhh :D :P

    BalasHapus
  7. tapi salut juga sama bajaj, dia bisa belok hampir 90 derajat loh!

    BalasHapus
  8. setuju ama mas prie...siiip

    BalasHapus