Sabtu, 19 Desember 2009

Tentang Para Laron

Malam ini udara sedikit dingin karena sudah memasuki musim penghujan. Semenjak membatalkan janji untuk mampir di rumah seorang teman, saya memutuskan untuk diam di rumah, sambil menulisi laptop pinjaman ini dengan segudang personifikasi yang mendesak ingin keluar

Hujan yang mulai turun rupanya mengakhiri siklus para laron di dalam tanah. Seperti kemarin sewaktu dalam perjalanan, jalanan gelap karena pemadaman bergilir hingga satu-satunya penerangan yang ada hanyalah sorot lampu kendaraan.

Para laron yang malang tidak mengenal itu lampu apa, berasal darimana, insting mereka sebagai makhluk sederhana hanya mencari cahaya. Malang mereka, malam itu Tuhan hanya mengirimkan cahaya kendaraan itu saja, sehingga berbondong-bondong mereka terbang menuju cahaya dan memenuhi jalan.



Tetapi apa yang mereka dapat, cahaya hanya sesaat karena para pengemudi tidak akan berbelas kasihan untuk menghentikan kendaraannya barang sejenak agar para laron bisa mendapatkan cahayanya. Satu kendaraan lewat, belasan atau mungkin puluhan anak laron terlindas. Sayap-sayap cokelat mereka beterbangan, lalu terhempas kesana-kemari oleh angin yang menderu akibat laju kendaraan.

Apakah untuk itu mereka lahir ke dunia?

Apakah mereka lahir sia-sia, hanya untuk dilindas dan dijadikan bahan tulisan oleh orang iseng macam saya yang terheran-heran melihat begitu banyaknya mereka dijalanan kemarin?

Rupanya lindasan kendaraan mereka kemarin tidak mengurangi populasi mereka. Kamar saya barusan dipenuhi oleh mereka. Sebagai manusia yang egois, saya mematikan lampu agar mereka keluar. Namun beberapa dari mereka tertarik pada cahaya televisi yang sedang menyala. Mereka disana, entah bagaimana kejadiannya, sayap-sayap mereka rontok hingga hanya tinggal badan hampir sekecil semut. Mereka merayap-rayap di lantai.

Akan jadi apa mereka selanjutnya?

Seberapa lama mereka akan bertahan dengan tubuh rentan itu di alam yang buas ini?
Apakah untuk itu mereka dikirim ke atas?

Cukup mempertanyakan itu karena belum lama tadi, ketika salah satu anak laron itu merayap didepan televise dengan sisa sayap yang menempel, seekor cicak pelan-pelan muncul dari bawah televise dan sekali gerakan menangkap laron yang hidupnya sangat singkat itu di dunia. Betapa malangnya.

Ah, apakah masih mereka bisa saya sebut makhluk malang?

Ada sebuah cerita di kitab Itihasa milik kami. Kalau saya tidak salah ingat, ada sekelompok dewa bersaudara yang melakukan kesalahan hingga harus dihukum dengan dilahirkan menjadi manusia. Merekalah anak Sang Wasudewa, kakak-kakak sang Sri Krisna, yang kemudian dikembalikan lagi ke surga oleh paman mereka yang jahat setelah beberapa jam dilahirkan sebagai manusia. Walau hanya sekejap namun mereka nyatanya menangis saat terlahir sebagai manusia. Dan tangis itu pula yang menjadi penebusan dosa mereka hingga akhirnya bisa kembali menjadi dewa.

Mengingat hal itu, lalu apakah masih bisa saya sebut kalau laron berhidup singkat itu sebagai makhluk yang malang?



Denpasar, 18 desember 2009 jam 9.00 PM

Related Posts by Categories



45 comments:

BrenciA KerenS mengatakan...

hmmm.. pertanyaan Akan jadi apa mereka selanjutnya? jawabannya bisa jadi adalah REMPEYEK LARON. ini termasuk wisata kuliner [agak] ekstrim yang ga sedikit orang doyan makannya.

Yah paling ga meskipun hidupnya cuma sejenak, tapi mampu bikin kenyang beberapa orang..

hihihihihi

BrenciA KerenS mengatakan...

horeee.... slametan nanggap wayang 7 hari-7 malam bisa pertamax disini...

BrenciA KerenS mengatakan...

apakah KETIGAX masih milik saya...

pamit yaa say.. :-*

ferdivolutions mengatakan...

kalau mbak negliatnya dari segi gmn akhir hidup sebuah laron, mgkn iya bisa dikatakan makhluk yang malang...
ayo coba liat dari segi lain, masih malang ga ya ssi laron.... ^_^

jhoni mengatakan...

wah berat nih postingannya pagi ini...........saya sendiri juga sering bertanya apa peran atau fungsi mereka lahir ke bumi......cuma sebagai penyambung rantai makanan.....atau ada maksud lain?!?!?!

mungkin saja 2012 ini dunia kiamat tertutup laron.....(mungkin)hehehehehe

Kabasaran Soultan mengatakan...

Ada satu ritual unik yang dilakukan oleh laron-laron tersebut dan tampaknya ritual ini adalah bagian dari ”tarian hidup” yang harus mereka mainkan untuk mencapai kesempurnaan ”kelaronan” mereka dan ini berlaku universal untuk seluruh bangsa laron di dunia. Ritual unik yang mereka lakukan adalah terbang mendekati cahaya, berputar-putar mengelilingi sumber cahaya , menabrakkan diri, jatuh kelantai, terkulai dan mati, sebanyak yang terbang sebanyak yang mati. Apakah perilaku ini adalah kompensasi dari berlama-lamanya mereka hidup dalam kegelapan dan kepengapan ?. Wallahualam, namun seorang teman yang ahli biologi mengatakan bahwa ritual laron mendekati cahaya adalah untuk menghangatkan tubuh dan kawin.

TRIMATRA mengatakan...

kadang yang hidupnya sesaat itu lebih berkah bagi alam dan kehidupan disekitarnya daripada yang hidupnya sampai 80an tahun.

tak ada yang malang atau sia-sia dari ciptaannya, asalkan tetap ada di garis takdirnya.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Aku jarang ol kalau malam karena banyak laron...

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Tumben postingan tentang percikan perenungan..
mantap chi.

Itik Bali mengatakan...

Laron hidupnya cuma sebentar
datang biasanya sesudah hujan, lalu pergi lagi entah kemana
aku kadang juga heran
apa manfaat laron untuk manusia?
Tuhan selalu menciptakan umatnya dengan peran dan funsi masing2
tapi aku belum menemukan fungsi itu..
mungkin sebuah rahasia

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

di rumah juga bnyk laron. kdg mereka menganggu sekali. tetapi mereka memang mangsa para cicak tuh.

Dhe mengatakan...

tp dhe tetap ga suka laron,.. hikz.. hikz.. T_T

Sari mengatakan...

Aku ga suka laron, Chi..
Kalo kunang2...bolehlah :P
Have a nice weekend :)

zujoe mengatakan...

masa depan mereka akan jadi peyek... >,<

zujoe mengatakan...

itik bali pake nanya lagi manfaat laron bagi manusia...

salah satunya ya jadi peyek di warteg kali.. trus manfaatnya ya jadi bahan postingan blog si nchi ini, dududz!

Yolizz mengatakan...

aku juga ga suka sama laron,, mengganggu euy!! tapi apa iya kata bang zujoe,, kalo bakal jadi peyek yah?! emg ada yah?!

FaiS mengatakan...

aku ga' suka ma Laron...,
anyway pY weekend...

avioclef mengatakan...

Ke tanah abang beli mangga
Harganya 7 juta
Capcus banget postingannya
Bikin kesengsem hati hamba
(Pantun: mode LEBAY)

Salam ‘Blog’!!
Bagaimana kabar mba? Semoga sehat-sehat saja..
Ngemeng2 ttg post di atas...Laron makhluk yang malang??? Ehm adaiyanya ada ngga'nya. tergantung dari segimana kita melihatnya...
Yah,sejujurnya kita manusiajuga bisa disebut makhluk malang, TERGANTUNG dari siapa dan apa melihatnya.....
Capcus dah pokoknya ^_^_^_^


-_-_-_-_-_-_-”Cosmorary” -_-_-_-_-_-_-
-_-_-_-_-_-_-Cosmopolitan-_-_-_-_-_-_-
-_-_-_-_-_-_-_-_-And -_-_-_-_-_-_-_-_-
-_-_-_-_-_-_-_-Literary -_-_-_-_-_-_-_-
Ttd: aviorclef - www.cosmorary.com
“”Jaga badan selalu, setiap hari, biar tetap sehat, supaya tetap bisa bloging, writing, posting, walking, praying, eating, singing, and ngisssssing, ops…sory…””

Iswady mengatakan...

Kunjungan Perdana.
Happy weekend

Aulawi Ahmad mengatakan...

laron sering muncul disaat musim hujan, dan musim ujan emang musimnya kawin (dingin soalnya) n rumah mereka pada basah hingga akhirnya rame2 cari tempat hangat n terang. nah kalau pas gak musim hujan mereka tetap dirumah mereka yg asli (tapi gak tau alamatnya)...artinya siklus hidup mereka emang udah diatur spti itu n buat apa mereka diciptakan hanya Tuhan yg tau, kadang kita manusia aja gak tau kenapa sampe dilahirkan kedunia :)

Clara mengatakan...

aku nggak suka laron
geli sama bentuknya

anindyarahadi mengatakan...

laron jadi capnya kecap khas kotaku nchi...
laron juga bisa dimakan (kalo doyan)

yah.. tapi tetep aku juga miris ngelihat mereka yang kehilangan sayap terus jalan-jalan kayak semut. yang kupertanyakan : kenapa sayap mereka sangat rapuh? ngga kayak burung, atau kupu-kupu deh seenggaknya.. yg lebih solid untuk terbang.

7 taman langit mengatakan...

salam sejahtera
setiap makhluk
di dunia ini yang diciptakan oleh Tuhan pasti ada gunanya
ea khan??
kasihan ma laron
salam sejahtera

RanggaGoBloG mengatakan...

hehm.. dalem juga yah.. saya juga pernah mempunyai pertanyaan yang sama.. buat apa sih laron keluar dari dalam tanah.. apakah mereka keluar hanya untuk bunuh diri...???

tapi mungkin mereka beruntung, karena hanya sementara saja hidup di dunia fana ini,... hehehehehe... segeralah terbang ke surga wahai laron.. dan jadilah bidadari yang cantik disana...

pringadi mengatakan...

tulisanmu manis sekali

Munir Ardi mengatakan...

Yakinlah setiap makhluk hidup didunia mempunyai fungsi masing2 pun dengan laron-laron itu

ferdivolutions mengatakan...

mampir lagiii...

ada awadr buat mbak tuh... liat dan ambil di blogku yaa....

di sini : http://ferdifauzan.blogspot.com/2009/12/berbagi.html

makasih banyaaaakkkk.... ^_^

-Gek- mengatakan...

I'll call u dear, no worries.

Gek likes this. :)

ALRIS mengatakan...

Nice posting. Salam kenal.
Laron???... ehmm

Laksamana Embun mengatakan...

Setiap Makhluk Hidup sudah ditentukan takdir nya sblum mereka lahir di Dunia ini... Tuhan menciptakan laron pasti mempunyai tujuan dan mamfaat bagi Manusia.. Mungkin kita saja yang tidak mengetahuinya..

Jadi ga ada yang sia-sia di Bumi ini dan Tak ada Makhluk yang malang di Dunia ini, :)

Ra-Kun mengatakan...

kali ini cuma mampir :)
salam kenal ya :)

namaku wendy mengatakan...

laronnya dipeyek ae chi trus dijual *Rp..Rp..Rp..*

Cerita Tugu mengatakan...

laron suka cahaya soalnya dirumahnya gelap

Rosi Atmaja mengatakan...

wah laron di kampung saya sering dibikin keripik xixixixi

bintang air mengatakan...

laron keliatannya lemah kalo sendiri
lah kalo segerobak gak lemah dong
malah bikin geli

Joddie mengatakan...

woow.. inspirasi yang manis banget euy, tentang si mahkluk sosial isoptera termitidae.. luar biasa, aku sendiri malah jarang berpikir lebih tentang tingkah laku hewan mungil ini dan hubungannya dengan cahaya.. hmmmm.. mantap..! ^^

Lina mengatakan...

mengejar cahaya, bercinta, lalu mati dimakan cicak. mereka pun bahagia. (mungkin).

tulisan yang bagus chi.

chi...ada award buatmu, say. semoga kamu belum punya yang itu. atau udah ya ?

http://wanodyayu.blogspot.com/2009/12/euforia-awal-tahun.html

vie_three mengatakan...

1 pertanyaanku nchi, ntu laptop kamu pinjam dari siapa???? hehehehe

vie_three mengatakan...

ya setidaknya dengan adanya laron hidup ini masih bisa merasa ramai karena laron lebih menghargai cahaya daripada PLN yang cuma bisa membuat lampu mati bergilir..... ^^

emperor edutainment mengatakan...

posting yang penuh makna dan sangat menyentuh. tapi mungkin karena saya cowok jadi nggak terlalu ngerti tentang hal2 seperti ini.

come to Blog Bisnis

satria mengatakan...

laron adalah binatang yang sangat kuat!!!!!!!!!!!!!!

govinda mengatakan...

laron kecil yang agak menyebalkan...,,,

:D

Anonim mengatakan...

alasan ilmiahnya kenapa kok suka mendekati cahaya?

kopatkapit mengatakan...

hai salam kenal
blog walking cari foto serangga laron untuk referensi bikin komik
eh dapat di sini

trims
oke salam pertemanan saja...^_^

Anonim mengatakan...

laron itu adalah rayap bersayap...jadi kalo ada laron mending dibasmi aja..kalo ga ya dia masuk ke lubang tanah dan berkembang biak jadi rayap..ngabisin kayu dirumah...

Poskan Komentar