Senin, 22 Desember 2008

Untuk Dua Puluh Tiga Tahun Ini....

Buat Ibu

Hari ini, memang bukan hari spesial untukmu, karena rutinitasmu tetap sama seperti kemarin. Memasak, mengurus ternak, mengurus rumah tangga, mengurus bermasyarakat. Tidak ada hal khusus, ataupun pengetahuan intelek akan hari ini, karena keseharianmu jauh lebih mulia daripada sekedar makna hari ini.

Ibu, bertahun-tahun waktu aku jauh, aku mohon maaf kalau aku tidak menjadi dekat denganmu. Kadang aku durhaka, hanya meminta namun tidak pernah memberi, ataupun tidak pernah membagi cerita. Hanya memberi cemberut saat datang.

Ibu, walaupun demikian, aku beruntung memilikimu. Wanita perkasa, tameng yang melindungiku dari takut, wadah yang mengalasiku saat butuh, ataupun pakaian yang menyelimutiku saat membutuhkan.

Semoga untuk kedepan, aku bisa lebih berbakti, walaupun sejak dua pulu tiga tahun ini belum pernah bisa untuk 'sekedar' berbakti.

Terimakasih, Ibu

Selamat hari Ibu
This entry was posted in

8 komentar:

  1. manis dan menyentuh...
    dua puluh tiga ya...
    bisa sebentar, bisa juga lama...

    BalasHapus
  2. pertamaxx kah? tuh kan, dua puluh tiga tahun sudah, ayo cepat bahagiakan ibu.

    biasanya ibu itu paling seneng kalau dapat menimang cucu

    salam kenal ya mbak.

    BalasHapus
  3. selamat hari ibu, biarpun terlambat. 23 tahun ya? Belum telat buat membahagiakan ibu kok.

    BalasHapus
  4. idem ma bang fatamorgana...

    BalasHapus
  5. huwaaaa tulisannya mengingatkanku kalau aq juga kayaknya belum membahagiakan ibuku, dan umurku sekarang juga berkepala 2.... huhuhuhu

    BalasHapus
  6. jadi kangen ama Ibu... hiks... hiks...

    BalasHapus
  7. Kak Moccaaaa.. *berteriak dengan tidak tau malu*

    BalasHapus