Kamis, 11 Desember 2008

Kontoversi PKL : Antara Keindahan Kota dan Himpitan Ekonomi

Ini topik debat di TV One semalam. Yang biasanya saya malas menonton karena terkesan peperangan, tapi setelah dibetah-betahin, ternyata punya sisi yang menarik.

Saya hanya menonton sesi pertama, debat antara koordinator Urban Poor Consortive (UPC)dengan Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta, walaupun saya sama sekali tidak tahu bagaimana wajah PKL di Jakarta, tetapi berita-berita penggusuran dan penyitaan di televisi membuat saya tertarik.

Koordinator UPC mempermasalahkan penggusuran PKL, yang dinilai lebih menekan hak hidup rakyat kecil. Penggusuran dilakukan dimana-mana, relokasi wilayah PKL ke area-area yang tidak hoki ataupun penggusuran yang dilakukan dengan kekerasan termasuk perampasan georbak-gerobak ataupun barang dagangan mereka.

Saya salut dengan kordinator UPC, seorang wanita yang saya lupa namanya. Beliau berbicara dengan begitu tenang, perlahan, tetapi tajam dan menohok. termasuk saat menangapi pernyataan panelis TV One yang menanyakan kenapa PKL tersebut malah urbanisasi ke Jakarta. jawabannya membuat saya geli, "kalau di desa mereka sejahtera, tidak mungkin mereka akan datang ke jakarta."

Intinya dari yang saya tangkap, pihak UPC hanya meminta Pemda melakukan penataan terhadap PKL, dengan mengambil contoh kawasan Malioboro Yogyakarta yang walaupun berdagang di trotoar tetap tidak menganggu karena penataannya dilakukan dengan baik.
Pada saat itu sih Kepala Dinas Tata Kota menyanggupi, dengan mengatakan akan menyampaikan hal itu pihak yang berwenang, namun sekali lagi koordinator UPC menyentil dengan mengatakan "Semoga pernyataan bapak bukan hanya untuk konsumsi televisi!"

Ada hal menarik lain dalam debat ini. Hampir sepanjang sesi pertama, koordinator UPC menekankan permasalahan pada Satpol PP, dimana satuan polisi khusus itu cenderung melakukan kekerasan saat melakukan penataan. dan memang seperti yang ditayangkan di televisi, rata-rata Satpol PP dalam melakukan penataan, entah itu PKL ataupun rumah kumuh, cenderung disertai dengan kekerasan.
Jadi mungkin wajar jika pihak PKL meminta agar Satpol PP ditarik saja, atau mungkin benar seperti yang diungkapkan UPC sembari bercanda,

"Satpol PP disuruh bersihin got saja, bukan untuk gusur PKL"

Hmm... mungkin Jakarta akan bebas banjir kali kalau Satpol PP rajin bersihin got, seperti rajin menggususr PKL. hehee
.
This entry was posted in

5 komentar:

  1. Aku juga nonton tadi malam...samaan dung nontonnya...huahahahaha...tapi sambil makan jadi konsennya lebih ke makanannya whakakakakakak
    >>>>>kabuuuuur

    BalasHapus
  2. nice blog....kunjungi balik

    BalasHapus
  3. Nchi maafin ya...perjuangannya entar tak lanjutin wes...cape n ngantuk....daaaggghhhhhh

    BalasHapus
  4. Satpol PP ditempat saya juga berlebihan dan over acting.

    BalasHapus
  5. Tapi PKL juga harus tau aturan dong... jangan jualan sembarangan

    BalasHapus