Selasa, 07 April 2009

Takdirkah?

percaya ga sih kalau semua itu sudah diatur sama yang diatas?
Hmm.. mungkin pemikiranku ini sempit yak, berasal dari otak yang malas untuk berusaha, tapi dari beberapa masalah yang dihadapi teman, entah kenapa aku berkesimpulan bahwa segala sesuatu itu memang sudah diatur sama Tuhan.
ada dua contohnya, dan menurutku sih memang begitu.

Sebut saja Adi. Adi seorang canvasser atau sales sebuah produk seluler yang ditempatkan di distributor A. secara bersamaan Ana, istrinya bekerja di distirbutor B yang tidak lain adalah saingan distributor A. Kala itu, salah satu petinggi di distributor B takut kalau Ana akan membocorkan rahasia perusahaan pada Adi, sehingga petinggi itu mendesak pihak seluler untuk memindahkan Adi ke bagian lain. akhirnya Adi dipindahkan ke bagian departmen Customer service yang nota bene ditempatkan di galeri, bukan di distributor A.

Ana sebenarnya kesal, karena ia menilai distributor B tidak profesional, namun Adi dengan sabar menyatakan bahwa ia siap dipindah jika manajemen pikir itu yang terbaik.
Adi akhirnya dipindahkan, dan sampai sekarang ia aman di posisi Team Leader customer services, sementara teman-temannya yang lain yang di canvasser penuh konflik karena supervisornya yang menyebalkan dan juga banyak program sales yang tidak jelas. akhirnya teman-teman canvasser Adi banyak yang mengundurkan diri, yang bertahanpun juga terpaksa karena tuntutan hidup.


kasus lain, terjadi pada Asih. Ia punya affair dengan teman kantornya yang bernama Tio. Yah, kalian pasti bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau punya affair dengan teman kantor, walaupun memang hubungan mereka tidak terlalu jauh namun tentunya kerja jadi tidak nyaman. saat sedang baik-baik saja, mungkin memang tidak ada masalah, namun saat sedang berantem. suasana hati jadi tidak menentu karena setiap hari ketemu dengan Tio.

Apalagi jika Tio memaki-maki tidak jelas, Asih jadi emosi dan tambah tersiksa karena harus menyembunyikan dengan teman-teman di sekeliling.
neraka yang sebenarnya (duh,bahasanya), ketika ingin mengakhiri affair itu. Sangat susah karena setiap hari bertemu, kontak sering terjadi dan perasaan akan jadi sangat sensitif karena keberadaan satu sama lain.

pernah sih aku bilang pada Asih, affair baru akan bisa diakhiri kalau salah satu dari kalian keluar dari perusahaan itu (sebenarnya pengalaman pribadi juga sih :P). tapi tentunya sulit karena masalah kebutuhan. hingga akhirnya pada suatu waktu. Asih cerita kalau Tio dapat kerjaan baru, dan yah keluar. no HP ganti, alamat pindah, Tio benar-benar menghilang, seakan dia menganggap Asih tidak ada.
Dan yah, hidup Asih sekarang lebih tenang dari dulu.

Hahaha... contoh yang ga relevan yak. Sebenarnya banyak contoh-contoh lain terutama dalam hidupku, maka dari itu aku menganggap bahwa Tuhan telah mengatur semuanya. bagi yang tidak percaya ya seterah, tetapi aku percaya bahwa takdir itu ada. Sekarang mungkin kita begini, namun besok siapa tahu berubah.
Tapi tetep dalam hal tertentu kita tetap berusaha, khusus yang berhubungan dengan cita-cita dan impian.
Namun dalam masalah tertentu, yang tidak bisa kita atur sendiri, hadapi sajalah. pasti akan ada jalan keluarnya.
Walaupun sakit, tapi yang jelas ada sebuah kebahagiaan dalam rasa sakit itu. hiiiii




25 komentar:

  1. iya dunk chi manusia kn brusaha dan brdoa, hasil akhir Tuhan yg menentukan jd semangat trus yak jgn patah arang;)

    BalasHapus
  2. tapi lebih baik berencana dulu.. jangan pasrah di awal!

    BalasHapus
  3. kalo aku percaya dengan yang namanya takdir...

    karena emang semuanya sudah diatur oleh Tuhan... :)

    btw, ada award untukmu lhoooo...

    BalasHapus
  4. Taqdir itu ada 2,
    1. Taqdir yang sepenuhnya hak mutlaq dari Alloh swt tanpa ada campur tangan manusia, kecuali doa

    2. Taqdir yang masih ada campur tangan manusia berupa upaya dan usaha yang keras dari manusia untuk mencapai yang terbaik

    dari 1 dan 2 setelah kita berusaha kita berdoa agar diberikan yang terbaik, karena kadang baik menurut pandangan kita belum tentu baik dari sisi Alloh swt


    eh... tadi ada pengalaman pribadi ya....

    BalasHapus
  5. takdir tuh ga lepas dari usaha kita ma do'a kita

    BalasHapus
  6. yap bener kata atta,takdir ntu gak lepas dari usaha ma doa kita
    hehehe :))

    BalasHapus
  7. ^0^ takdir...*garuk2* kayaknya sering denger dech... :)

    BalasHapus
  8. yep, akhirnya semuanya berujung pada ... Tuhan tau yang terbaik :)

    BalasHapus
  9. yang namanya orang bekerja pasti banyak liku-likunya

    BalasHapus
  10. aku ikut blogmu pada antrian ke 38

    BalasHapus
  11. Dengan sakit dan perih itu kita jadi tau dimana nikmat itu.... Tuhan memang adil dengan segala takdir yang diberikan utuk hamba-hambanya

    BalasHapus
  12. emang bener apapun manusia berusaha jika Tuhan belum menghendakinya, maka belum terwujudlah usaha itu, intinya adalah hanya Tuhan yg tau.

    BalasHapus
  13. manusia tidak akan pernah luput dari takdir, karena sudah disuratkan sebelum diciptakan dan dialiri dengan darah dan tanah.

    aiihh.. sok bijak!!

    BalasHapus
  14. Takdir itu ngga' ada, kecuali kita yang buat... bahasa gaulnya nasib kali yee.

    BalasHapus
  15. takdir percaya tiu ada cuman nasib gak percya kalo gak bisa diubah karena sifatnya yang gak hakiki

    BalasHapus
  16. namanya juga hidup,,, ya,, kita jalanin aja dng baek, yg laenkan entar akan mengikutinya :D

    BalasHapus
  17. saya sih gak gitu percaya mah takdir. secara kita juga ikut nentuin nasib kita. ini pendapat aja lho.

    BalasHapus
  18. takdirku mampir disini dengan penuh ceria

    BalasHapus
  19. kalimat yang terakhir pas banget " walaupun sakit, tapi yang jelas ada sebuah kebahagiaan dalam rasa sakit itu"

    kalo kita mau menilai sebuah kesakitan itu dari sisi positif, kayaknya kebahagiaan emang ada dalam rasa sakit itu.

    salam kenal mbak chi...
    BTW, temenku banyak mejeng di sini yah..heheheh

    BalasHapus
  20. Perjuangan di sertai dengan do'a !!!!

    BalasHapus
  21. semoga takdir tentang datangnya seseorang yang pasti itu cepat datang. semoga jelas...
    semoga dia :) haduh hahaha

    BalasHapus
  22. aku datang kesini karena takdirku kali ya

    BalasHapus
  23. Takdir ya ?.

    Terduduk di batas harap,

    kurayu siang

    n`tuk tidak temui malam,

    kuancam malam

    n`tuk jangan menjemput siang

    namun semua sia-sia.

    Itulah takdir.

    Itulah suratan.

    Bukan salah retakan tangan...

    Pasti.



    Termangu di batas sesal,

    kubalik waktu

    n`tuk hapus result,

    kureka langkah

    n`tuk rangkai asa.

    Itukah takdir ?.

    Itukah suratan?.

    Atau salah gunakan tangan?...

    Mungkin



    Lalu ,

    dimana engkau wahai nasib.

    Tak kulihat di daun waru.

    Tidak juga di garis tangan.

    Adakah takdir penentumu ?.

    Entahlah.

    Adakah engkau sebuah pilihankebolehjadian?.

    Entah jugalah.

    Adakah engkau sesuatu yang telah ditetapkan, sebuah keadaan yang mau tidak mau harus diterima, sebuah

    otoritas milikNya, dan secara absolut Dia berhak meletakkan engkau di posisi tersebut ?.

    Akh ..lagi, lagi entahlah.




    Atau ...

    Waktu dan tanganlah yang menuntunmu ?.

    WaktuNYA dan waktuku kah ?.

    Tanganku dan tanganNYA kah ?.

    Akh... Entah jugalah.


    Satu hal yang kutahu ;

    Ada untung yang tak bisa diraih, ada malang yang tak bisa ditolak.

    Itulah hukum besi alam yang namanya takdir.

    Dan ;

    Ada untung yang sangat bisa diraih, ada malang yang sangat bisa ditolak.

    Dan barangkali itulah nasib.


    Mungkinkah nasib dan takdir bagai jawaban lembar ujian dan rapor ?. Dua hal yang berada dalam ranah otoritas berbeda atau mungkinkah nasib adalah sesuatu yang kita tanam dan rawat sementara takdir adalah buah dari apa yang kita tanam ?.

    Sedikit nakal aku bertanya ; Siapakah sebenarnya sang penentu nasib ?.Dan siapakah sebenarnya sang penentu takdir ?.

    BalasHapus
  24. @ yang koment di atas saya, thanks atas untaian katanya, bused, panjang kali wkwkwkwkwkk.

    BalasHapus
  25. kurang dahsyat ah contoh kasusnya, ga bikin termehek-mehek *siul-siul*

    BalasHapus