Senin, 05 Januari 2009

Sebelum Tidur

Edisi Minggu, 4 Januari 2009
Lampu kamar telah mati. Pencahayaan dua duanya hanya berasal dari lampu teras dan televisi yang belum dimatikan. Ribut suara yang mengatakan bahwa snack ini enak terdengar di sekeliling kamar, berputar-putar di ruangan dan menyajikan amanat bahwa esok saya harus mencobanya. tapi maaf, kali ini saya tidak tertarik.

Saya naik ke ranjang, bersimpuh di atas seprai kesayangan yang hangat saat dingin namun adem saat panas. kedua tangan terangkat, tertangkup di depan dada dan kemudian, semua terjadi, seperti biasa...


Untuk Tuhan,

Tuhan, aku mohon....(diam sesaat, menarik napas), tunjukan jalan yang harus kutempuh. beri aku restu untuk mencapai apa yang menjadi tujuan hidupku. tetaplah membimbingku, karena aku tahu semua terjadi berkat ijin-Mu.Tetapkan jalanku agar aku tidak berpaling terlalu jauh, atau menyerah di tengah jalan.

Tolong, saat aku jatuh, berilah aku kekuatan untuk bangun dan kembali berlari. saat aku putus asa, berilah aku semangat hingga aku selalu bisa mengatasinya.

Hanya itu untuk kali ini, Terimakasih. Aku tidur.


bersambung, sampai malam selanjutnya ^ ^
This entry was posted in

5 komentar:

  1. Itu bagus, nona. Doa adalah inti ibadah.

    BalasHapus
  2. amin, doa yang komplit saat mau tidur.
    "add+ tuhan trima kasih atas apa2 yg telah engkau berikan padaku di hari ini"

    @ tukeran link : sudah di pasang untuk blog ini . thnks

    BalasHapus
  3. diawali doa dan diakhiri amiiin...

    BalasHapus
  4. Jangan lupa mohon supaya dibangunkan di pagi hari dalam keadaan segar bugar.

    BalasHapus