Senin, 24 November 2008

Resensi Buku : Mandy, Misteri Wangi Bunga Magnolia

Judul : Mandy: Misteri wangi bunga Magnolia
Author : Kathryn Reiss
Penerbit : Kaifa
Tahun : 2005

Sebenarnya ini novel lama, yang saya dapat dari pinjaman. tetapi, ada segi khusus dalam novel ini yang membuat saya tertarik.

Kejadian berawal dari pindahnya keluarga Browne ke sebuah wilayah terpencil yang bernama Garnet, Massachusetts. Keanehan dimulai ketika Miranda menemukan sebuah rumah boneka antic yang merupakan duplikat rumah barunya. Lewat jendela-jendela kecil rumah boneka itu, ia bisa melihat kilasan peristiwa masa lalu yang terjadi di rumahnya.

Janji genre fantasy dan mistery di bagian belakangnya, ditambah hasutan dari seorang teman, membuat saya memaksakan diri untuk membaca novel ini di sela-sela kesibukan. Bab-bab awal memang sedikit membosankan karena nuansanya klise dan umum, namun ketika memasuki bagian romah boneka, cerita ini menjadi menarik.

Walaupun kurang begitu jelas mengenai penggambaran tentang proses penemuan sihir dari rumah boneka itu, namun ide yang sederhana ini patut diacungi jempol. Sama sekali tidak terpikir, bahwa kita bisa melihat sebuah adegan dari jendela rumah boneka, seperti halnya kita melihat melongok ke jendela dapur kita sendiri.
Sampai akhir cerita, memang ada kekuranglogisan dan karakter yang terlalu pintar sampai-sampai saya tidak mengerti bagaimana cara pikir si tokoh utama untuk memecahkan misteri rumah boneka itu. Ditambah sedikit pertanyaan yang muncul setelah selesai membaca.

Ketika Miranda, sang tokoh utama mengadakan sebuah penyelamatan terhadap Dorothy, salah seorang tokoh masa lalu yang pada masa sekarang, mayatnya diketemukan menjadi mumi di lantai loteng, dengan menaruh kunci loteng di lantai rumah boneka sehingga gadis kecil itu bisa keluar dari loteng sebelum terperangkap, hal itu menjadi kurang logis mengingat penulis sama sekali tidak menyertai sebuah penjelasan, bagaimana rumah boneka bisa menjadi mesin waktu untuk mentransfer kunci tersebut pada Dorothy.


Selain itu, ada hal fatal yang mungkin kurang diceritakan lebih mendalam. Jika sejarah dirubah, sudah tentu akan menimbulkan perubahan besar dalam masa kini. Dan dalam novel hanya disebutkan bahwa perubahan yang terjadi hanyalah pada ketiadaan kekuatan jahat yang mempengaruhi Ibu Miranda juga ingatan tentang mayat mumi yang diketemukan di loteng, jika Dorothy masih hidup, semestinya rumah itu tidak akan bisa jatuh ke keluarga Kremer yang mewarisinya dari ayah Dorothy, karena rumah itu pasti diwariskan pada anaknya, yaitu Dorothy. Dan jika begitu, maka keluarga Browne belum tentu bisa memiliki rumah itu.

Terlepas dari kekuranglogisan itu, namun unsur thriller membuat pembaca ketagihan. Keingintahuan Miranda dan Daniel untuk mengungkap misteri rumah boneka dan wangi bunga magnolia yang menghantui rumah. Penulis dengan pintar memberi petunjuk-petunjuk yang sekilas hanya sekedar catatan sejarah, namun ternyata setelah digabungkan dengan adegan yang dilihat Miranda di rumah boneka menjadi petunjuk vital untuk memecahkan misteri.

Penggambaran tentang kota Garnet juga menyenangkan, mengingatkan saya pada daerah-daerah pertanian di wilayah Skotlandia, dengan hutan-hutan pinus dan rumah-rumah di atas bukit.

Juga tentang catatan sejarah yang lengkap, yang menunjang kelogisan cerita secara umum. Dan akhirnya, rasanya novel ini memang benar.. bagus.





9 komentar:

  1. boleh tau, buku itu penerbit di indonesianya siapa yack?

    BalasHapus
  2. Pereview buku juga chi...?

    BalasHapus
  3. jahh review buku dianya hahaha...

    jahh di sini ada buwel juga dudutz...

    BalasHapus
  4. Ada lagi nih si bebuyutan di atas...

    BalasHapus
  5. Koq tumben joe ama buwel lagi rukun??

    BalasHapus
  6. Wkwkwkw. Direview juga akhirnya =)) =))

    *baru nyadar pas googling.. nchi, nchi..*

    BalasHapus