Senin, 16 Agustus 2010

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pindah Kerja (Resign)

Selamat datang di dunia kerja. Apakah anda sudah merasa nyaman dengan tempat kerja anda sekarang?
Rasa nyaman di tempat kerja bisa timbul karena berbagai hal. Pertama tentu suasana kerjanya, kedua pasti gajinya, ketiga mungkin faktor faktor pendukung. Namun yang membuat kita bertahan pada satu tempat kerja adalah dua faktor utama itu.

Tetapi, dua faktor itu juga yang bisa membuat kita ingin meninggalkan tempat kita bekerja sekarang. Kemungkinan pindah kerja juga pasti bisa dialami oleh semua orang, namun sebelum anda memutuskan untuk pindah, seperti dilansir oleh femina.com, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk proses resign atau pengunduran diri yang 'baik-baik' saja. Tidak mau kan meninggalkan kesan buruk saat meninggalkan tempat kerja lama kita.....

BICARAKAN LANGSUNG DENGAN ATASAN
Ini hal utama yang patut diperhatikan. Aku dan yakin banyak orang, pasti menceritakan tentang rencana kepindahan pada rekan kantor. Ini baik, tetapi ingat, jangan sampai rekan anda itu membocorkan rencana anda terlebih dahulu. Idealnya yang pertama tahu adalah bos, jadi kepada atasan kita seharusnya terlebih dahulu memberitahukan rencana ini. Jangan sampai bos tahu dari orang lain. Gawatttt

AJUKAN SURAT PENGUNDURAN DIRI
Kita datang dengan surat lamaran, dan kita pergi dengan surat pengunduran diri, jelas dan sopan bukan?!
Tetapi jujur, aku dulu pernah kabur dari tempat kerja. Pengajuan resign hanya melalui sms, dan itu juga baru kerja satu hari. heheheeh.... *geplak*


IKUTI PROSEDUR PERUSAHAAN
Ini penting. Jika perusahaan mempunyai aturan resign atau pengunduran diri harus dilakukan sebulan sebelumnya, ada baiknya kita menuruti peraturan itu. Namun kalau ada sesuatu hal terjadi sehingga itu tidak memungkinkan, kita bisa membicarakannya dengan manajemen sehingga tidak menimbulkan konflik. Kalau kita yang salah, mungkin kita harus memberikan alternatif lain untuk manajemen.


CARI TAHU HAK-HAK KITA
Yah, apalagi kalau bukan gaji setengah bulan atau apapun itu yang berhubungan dengan hak-hak seperti jamsostek, tabungan hari tua atau bonus-bonus lainnya. Kita perlu menanyakan itu secara terus terang, jangan takut dianggap matre deh kalau ujung-ujungnya mengeluh soal itu. Tetapi kalau memang perusahaan tidak memberikan lebih, apa boleh buat kita juga tidak bisa menuntut. hikssss *pengalaman pribadi*


JAGA NAMA BAIK
Ini penting, demi profesionalitas, usahakan ketika kita resign, semua proyek yang jadi tanggungjawab kita sudah beres. Jika memang tenggat waktu proyek atau kerjaan kita belum waktunya dibereskan, usahakan menulis report tentang sejauh mana progress kerjaan kita.


MINTALAH SURAT REFERENSI
Ini juga penting, karena walaupun tidak menginginkan, siapa tahu di kantor baru keadaan juga tidak lebih baik dari sekarang sehinga kita perlu untuk mencari kerja baru lagi. Disanalah surat itu bermanfaat.


JANGAN LUPA PENGALIHAN TUGAS
Handover penting bagi kita. Kita harus mencatat detail pekerjaan ataupun tanggungjawab yang kita serahterimakan pada rekan kerja, untuk lebih baiknya dilakukan secara tertulis dan tanda tangan, jadi kalau ada permasalahan yang terjadi setelah serah terima, kita punya bukti bahwa kita sudah menyerahkan tanggungjawab kepada rekan. Selain itu ini bisa menghindarkan kita dari masalah, dijadikan kambing hitam atas kesalahan rekan ataupun hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan.


SEBARKAN INFORMASI KEPINDAHAN
Informasi tersebut sangat penting bagi mereka yang selama ini banyak menjalin kerja sama dengan konsumen ataupun orang lain di luar perusahaan. Apakah anda marketing? Hal ini patut dilakukan karena tidak enak dikomplain tentang perusahaan lama sementara kita sudah tidak kerja disana lagi.

Setelah itu, baru kita bilang "Bye bye Bos" dengan rasa hormat. hehehe

5 komentar:

  1. kalo akyu, tidak menyebarkan tempat bekerjaku yang baru.. qiiqiqiq..
    semua persyaratan sih udahhhhhhhh.. :)

    BalasHapus
  2. kenyataannya bedaaa!! karena kadang otak udah panas duluan pas mau berenti.. hehehehehe...

    BalasHapus
  3. resign itu disukai byk perusahaan lo (Daripada PHK) karena gak harus byr pesangon...so biar kita gak rugi resignlah jika bener2 dah pasti dapet kerjaan baru yg lebih baik :)

    BalasHapus
  4. hidup untuk kerja atau kerja untuk hidup hehheheehe kalo itu sih, gak nyaman ya keluar, nyaman? relatif juga..

    BalasHapus
  5. Kok gak ada tips, farewell party atau bujang party antar sesama rekan kerja ya?
    wuakakkakaka...

    BalasHapus