Jumat, 02 Juli 2010

Nasi Sela, Makanan Tradisional Bali

Belakangan susah banget cari bahan postingan, ide menguap entah kemana jadi kalau mau posting harus bertapa berhari-hari. Karena itu postingan bulan kemarin hanyalah 6 postingan, 3 diantaranya adalah paid post, jadi yang beneran postingan dari hati hanyalah 3 postingan. Ampun deh!

Hmm... ah sekedar meneruskan info dari satu tayangan teve, tentang Ubi Jepang, atau yang dikenal dengan Ubi Jalar.

Di Bali dikenal yang namanya Nasi Sela (hurup e dibaca seperti e pada kata 'eyang'). Sela merupakan bahasa lain dari Ubi jalar. Nasi ini sangat terkenal di pedesaan karena bisa mengirit persediaan beras, tetapi sekarang masyarakat perkotaan juga banyak yang memburu nasi sela. Karena apa yah.... karena makanan ini unik dan bisa menjadi diversifikasi rasa dari nasi yang selama ini dimakan. Rasa yang ditawarkan benar-benar spesial. Campuran antara nasi dan sela bisa memberikan cita rasa khas, selain juga kaya manfaat bagi kesehatan.

Nasi sela berawal dari jaman dahulu kala saat beras masih menjadi barang langka di Bali. Cerita turun temurun di masyarakat mengatakan bahwa, kakek nenek hanya makan nasi full dari beras pas saat hari raya galungan, selainnya hanya makan nasi jagung ataupun nasi sela. namun ternyata, setelah jaman kemerdekaan dan beras menjadi bahan makanan pokok, makanan tradisional Bali ini masih juga digemari.

Nasi sela sangat sederhana. Hanyalah beras yang dimasak bersama cincangan umbi ubi jalar. Tidak hanya ubi jalar, tetapi juga ketela. Namun rasanya sedikit berbeda, Ubi jalar memberikan cita rasa khas yang sedikit manis, sedangkan ketela lebih tawar. Selain itu, Ubi jalar bisa membuat nasi jadi lebih lembut, dan tentunya enak kalau dimakan pas panas bersama pindang goreng bumbu tomat dan kuah. Hmm... membayangkannya aja jadi ngiler, inget nasi sela bikinin nenek >.<

Namun pengolahan yang lebih modern dan maju, bisa menyajikan nasi sela dalam rasa paket yang lebih enak. Nasi sela banyak disuguhkan dalam nasi bungkus, nasi jinggo ataupun di restoran-restoran khas bali. Bicara soal rasa, makanan khas Bali ini dijamin akan memberikan pengalaman tersendiri.

Jadi, bagi kalian yang akan main ke Bali, nasi sela patut dicoba. hehehe... suer, jadi inget masakan nenek.....

Related Posts by Categories



14 comments:

konk mengatakan...

nasi sela timpalin jukut undis
be gerang misi kacang kedele
trus medaran di pundukan carik e

angin kesir2 mebo somi
sambil ningeh sampi uyut di kubu

swarga loka to,
haha..

xenosphere.x3 mengatakan...

Wah, makana alternatif seperti ini harus dikembangkan biar masyarakat Indonesia gak ketergantungan ama beras. Udah ada nasi jagung, sekarang nasi sela. Boleh juga tuh.

Sientrue mengatakan...

Wah...Wah...Wah...
Air liur ku menetes nich. He...he...he...(norak banget).
Paketin doang lewat email. . . .xixixi

Isti mengatakan...

pengen nyobain ah..ntar pas je Bali..^_^

inge / cyber dreamer mengatakan...

enak tuch kaya'nya...
kapan yah bs kebali? -.-'

Ladyonthemirror mengatakan...

Mungkin namanya jadi sela gitu, nasi disela-selanya ada ubi gitu kali yee

Aulawi Ahmad mengatakan...

kalau ditempatku namanya ubi selo, tapi nasi sela kayaknya hanya ada di bali ya, boleh dibagi kalau ke bali hihihihi

yudex mengatakan...

aku kalo ke bali mampir ke rumahmu ya? mau nyobain nasi sela. tapi gak bayar lhoo.. :P
kayaknya enak.. apalagi gratis.

-Gek- mengatakan...

Bawain ke kantor.....
(nodong)
qiiiiiiqiiqiiqiiqi.

Laksamana Embun mengatakan...

Ternyata masih bnyak masakn yang enak di bali selain ayam betutu... Nchi kalau saya kesana suguhi saya yang seperti ini ya., :)

Sigit mengatakan...

lagi menahan air liur yang mau menetes..mantab

tikno mengatakan...

Saya pernah tinggal di Bali selama 9 tahun. Kata orang Bali makanan paling khas mereka adalah Nasi Lawar. Nasi lawar bisa dijumpai sampai ke pelosok pedesaan di Bali. Yang khas dari nasi Lawar adalah lauknya dicampur darah dari daging yang disajikan. Info lebih lanjut bisa dibaca di sini:
http://gunkceluluk.wordpress.com/2008/08/15/lawar-bali/

Cahya mengatakan...

Paling enak nasi sela buatan Ibu, tapi kalau lagi ndak ada, tinggal duduk saja di Pantai Lebih :D

YUDI BLOG mengatakan...

ngiring simpang di yudiajuz.blogspot.com

Poskan Komentar