Senin, 28 Juni 2010

Ketika Saya Kecanduan Download

Internet tidak bisa lepas dari kegiatan download mendownload, baik itu video, musik ataupun sekedar file. Entahlah, sebagai salah satu orang yang susah dipisahkan dari internet, aku juga ikut terpengaruh dengan acara download konten secara gratisan di internet. Awalnya hanya sekedar download file, lalu musik dan akhirnya ikut-ikutan donwload besar-besaran ala Clara dengan kuantitas download yang gedenya hampir 1 Giga.

Beberapa waktu lalu, saat dua buah film sebesar 700 dan 900 MB telah terdownload, seseorang berkomentar, "Ya ampun, nyewa aja kan beres!"

Hahaha... secara logika komentar itu benar. Ga begitu mahal kalau mau dapet satu keping DVD, jangankan nyewa, beli saja harganya cuman lima ribu rupiah. Tetapi, ada satu hal yang namanya kepuasan pribadi. Hayah, bahasanya kek apa gitu.

Sebenarnya banyak resiko download di internet itu. Berbagai bahaya mendonwload konten gratis di internet, salah satunya adalah kita 'salah' download. Perusahaaan keamanan Internet ternama yaitu McAfee Inc sudah mencari lebih dari 26.00 keyword populer yang ada di search engine dan mereka menemukan keyword tertentu atau term pencarian yang mengandung resiko bagi para downloader. Beberapa keyword seringkali dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mendownload file yang mengandung software gadungan yang tidak sesuai dengan keyword yang kita cari. Jika software itu diinstal maka bisa terjadi pencurian data personal dan financial user. Jadi yang awalnya mau download software bagus, ujung-ujungnya kita salah download dan rugi.

Item gratisan biasanya banyak dimanfaatkan oleh para cheater di internet selain juga urusan virus yang nempel pada file downloadan. Tetapi walaupun begitu beresiko dan berbahaya, kegiatan download jadi kegiatan menyenangkan yang tidak bisa dihindarkan.

Balik ke omongan awal, berhasil mendownload sebuah file besar terutama film ataupun video mempunyai kepuasan tersendiri. Padahal kita ga repot-repot banget kalau harus keluar untuk beli DVD, tetapi ya itu, kalau otaknya sudah maunya gratisan mulu, download jadi alternatif yang menyenangkan sekaligus menantang.

Kalau sudah keenakan download lagu, kita ga bakal urus soal Asosiasi Penerbit Musik Indonesia dan Yayasan Karya Cipta Indonesia yang diperkirakan mengalami kerugian Rp 14,83 miliar per tahun akibat download nada dering dari penyedia jasa ilegal di internet. Fakta bahwa dalam satu hari diperkirakan terdapat 50 ribu lagu yang di-download pengguna telepon seluler dari satu penyedia jasa nada dering atau 18,25 juta lagu yang di-download per tahun dari satu penyelenggara jasa pun jadi angin lalu.

Namanya juga udah kadung kecanduan yang gratisan. Walaupun kita tahu bahwa mendownload musik di internet itu kadang ilegal, tetapi praktisnya lebih mengalahkan masalah hukum. Lebih murah ke warnet daripada beli kaset, padahal kualitas suaranya bisa jadi sama. Jadi kalau bisa gratis, kenapa harus beli? *geplak*

17 komentar:

  1. download yah??
    mo download pa lg ya?
    hahahaa....
    ampe bingung mo nge download apa :p
    *nyombong mode ON*

    BalasHapus
  2. Bener! Kalo berhasil download file besar, serasa buang angin, plooong banget :D
    Soal ilegal, bodo deh.
    Sapa suruh diluar sana jualnya mahal2, jd mendingan download yg GRETONGAN aja :p

    BalasHapus
  3. Yap! betul! kalo download sendiri berasa ada kepuasan pribadi yang ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata... :D

    Gretongan emang lebih mantepp! :P

    BalasHapus
  4. gpp chi kalau kecanduan download hhehe, asal jgn kecanduan yg laen :)

    BalasHapus
  5. download apaan non?
    bukan video-video yang lagi trend itu kan?
    hohohooho,
    Pidan ketemuan neh?

    BalasHapus
  6. biasanya cuman download lagu
    jadi nggak terlalu besar ukurannya
    tapiiiii
    lumayan banyak jumlahnya hihihi

    BalasHapus
  7. akhirnya kamu juga kecanduan kan?
    bergaullah denganku terus xD

    BalasHapus
  8. aku download buku dan perangkat mengajar, mantap

    BalasHapus
  9. say juga sedang ketagihan donlod.. :)

    BalasHapus
  10. huweeee...
    akhirnya habbit ku ketauan juga ternyata -___-
    iya mbk, hobby ku yg ajib bener ntu ternyata membawa dampak berbahaya. Baru nyadar aku

    nice post, :)

    BalasHapus
  11. untung aku gak terlalu kecanduan download. hanya yang penting2 aja.. kayak videonya artis itu :)

    BalasHapus
  12. Saya beli yang orisinil saja, seperti koleksi CD audio klasik saya :)

    BalasHapus
  13. Inilah salah satu pemanfaatan Dunia Teknologi Informasi... Udah kembali normal postingannya, Oia laksamana embun juga udah Update...

    BalasHapus
  14. iya bener bgt! kalo bisa gratis ngapain harus beli. hahaha

    salam kenal yaaa!!

    BalasHapus
  15. virusnya ituloh suka ngikut!

    BalasHapus
  16. Sama. Gw juga termasuk penderita download-addict.

    Tapiii.. gw bukan pendownload lagu, karena kebeneran gw salah satu makhluk langka yang nggak suka denger lagu. Dan gw juga nggak suka download film. Lebih seneng nonton di bioskop.

    Gw kecanduan download game, komik, dan e-book. Karena disini nggak ada yang jual game secara legal sejak awal, so, gw juga ogah ngasih duit ke pembajak. Mending bajak sendiri :p

    Kalo komik dan e-book, yaaa.... karena pengen go green (ngeles najis) mengurangi sampah kertas, dan mengurangi defisit anggaran yang tersita luar biasa akibat tingginya harga buku.

    Tiap kali sukses download, rasanya ada kepuasan menyembur dalam hati gimanaaaaaa gitu XD XD XD

    BalasHapus

About